Cara Budidaya Belut Di Kolam dan Drum

Cara Budidaya atau Beternak Belut Di Kolam dan Drum : Belut kini menjadi salah satu menu makanan yang banyak diminati masyarakat, karena, selain rasanya yang gurih dan lezat ternyata belut banyak sekali mengandung vitamin dan protein yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita, hampir disetiap tempat wisata kuliner menu belut selalu disajikan dengan berbagai macam olahan masakan, belut menjadi makanan yang sangat enak sekali, tentu dengan banyaknya peminat dan pecinta masakan belut, kondisi ini menjadi peluang bagi orang yang mempunyai insting usaha, bisa mendatangkan penghasilan yang melimpah.

Ada 3 peluang usaha yang akan mendatangkan penghasilan dari Hewan Belut :
  1. Menjadi peternak Belut
  2. Menjadi pedagang Belut
  3. Menjadi pedagang masakan Belut
Namun yang akan saya share di artikel ini adalah cara budidaya belut menggunakan media kolam dan drum, jadi kita mengambil peluang sebagai pengusaha ternak belut, dan agar hasilnya melimpah sesuai yang kita harapkan, maka membaca artikel sampe tuntas adalah syarat mutlak, hehehe. Langsung dek ke TKP.

Cara Budidaya Belut Di Kolam dan Drum

Perbedaan antara budidaya belut di kolam dan drum adalah dari media tempat ternaknya, jika di kolam maka tempat ternaknya adalah dengan membuat kolam, dan jika di drum maka tempat ternaknya menggunakan drum, sedangkan dalam teknik budidaynya sama saja tidak ada perbedaan, mungkin yang akan membedakan adalah hasilnya nanti dari kuantitas.

Langkah-Langkah yang harus di lakukan :


1. Cara Membuat Media 
Cara budidaya belut sebenarnya sangat mudah, namun jika kita salah dalam setiap langkah tehniknya budidaya ini akan mengalami kendala, bahkan akan mengalami kegagalan, seperti langkah pertama cara membuat media, media yang sangat cocok dan bagus untuk belut agar cepat besar dalam waktu relatif singkat adalah sebagai berikut :
  • Lumpur Kering
  • Kompos
  • Jerami Padi
  • Pupuk TSP
  • Mikroorganisme stater
  • Air
  • Eceng Gondok
Media diatas semuanya diletakan di tempat ternak belut yang akan kita gunakan, bisa kolam atau drum, pada bagian dasar kolam atau drum letakanlan jerami padi setinggi 50 cm, kemudian di atas jeraminya disiramkan mikroorganisme stater secara merata, lalu letakan lagi kompos setinggi 5 cm, dan pada bagian akhir peletakan media adalah dengan meletakan lumpur kering setinggi 25cm yang sudah dicampur dengan pupuk TSP sebanyak 5kg. Karna belut memerlukan air juga, dikolam yang sudah diletakan media diberi air setinggi 15 cm diatas permukaan lumpur kering tadi, dan tanamilah eceng gondok yang berfungsi sebagai tempat belut bersembunyi.

2. Persiapan bibit belut
Sebelum bibit belut dimasukan kedalam kolam yang sudah terisi media dan air, biarkanlah sementara media tersebut untuk beberapa waktu agar proses fermentasi media berjalan dengan bagus, dan biasanya waktu untuk mendiamkan media adalah sekitar 2 minggu lamanya, media yang sudah terfermentasi akan menyediakan pakan belut yang sangat baik untuk pertumbuhan bibit belut, seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing dan jasad-jasad renik, dan saat pakan ini mulai ada, maka bibit belut pun bisa langsung kita masukan.

Sifat kanibalisme belut tidak terjadi saat pertumbuhan belut dari bibit sampai belut usia 8 bulan, sifat kanibalisme belut akan terjadi pada usia belut 10 bulan, maka jumlah bibit belut yang dimasukan kedalam kolam atau drum bisa dalam jumlah yang sangat banyak, dalam ukuran kolam 5m x 5m x tinggi 1m saja kita bisa memasukan jumlah bibit belut ribuan, bisa sampai 9 ribuan bibit belut, jadi kita tak perlu khawatir dengan sifat kanibalisme belut, yang penting harus tetap dijaga pasokan pakan belutnya.

3. Perawatan dan pemberian pakan
Ini adalah langkah terakhir sebelum kita memanen belut yang kita ternak, yaitu perawatan dan pemberian pakan, perawatan yang dimaksud adalah dengan memperhatikan kolam dan media serta air kolam, bibit belut mempunyai pH 5-7, selama masa pertumbuhan perubahan air menjadi basa sering terjadi dikolam, air basa tampak merak kecoklatan, penyebabnya adalah akibat menumpuknya sisa pakan dan meningkatnya kadar amonia. Jika terjadi seperti itu maka perlu dinetralisir dan sering diukur derajat pH nya.

Selain derajat pH yang harus diperhatkan, suhu air juga sama pentingnya, maka suhu yang normal dan bagus untuk budidaya belut jagalah pada kisaran 26-28 derajat celcius, di daerah yang suhunya melebihi suhu standar maka diperlukan hujan buatan untuk menetralisir suhu tinggi agar ideal.

Kemudian setelah pH dan Suhu air di perhatikan dengan teliti, maka yang akan membuat pertumbuhan belut cepat besar dan cepat panen adalah memperhatikan pakan belut, pakan yang bagus untuk pertumbuhan belut adalah pakan yang segar dan hidup, seperti :
  • ikan cetol
  • ikan impun
  • bibit ikan mas
  • cacing tanah
  • belatung dan bekicot
Pemberian pakan dilakukan sehari sekali di atas pukul 17:00, untuk menambah nafsu makan maka dapat di beri pula temulawak dan curcuma, temulawak di tumbuk dan direbus dengan air sebanyak 200 gram, kemudian tiriskan dan tuangkan kedalam kolam atau drum. Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan tambahan untuk merangsang pertumbuhan belut, namun sifatnya selingan tidak pokok, pelet diberikan sekitar 3 kali dalam seminggu dengan dosis 5% dari bobot bibit yang dimasukan, jika bibit yang dimasukan 50 kg, maka pelet yang diberikan sekitar 2,5 kg. Dan artikel cara beternak belut sudah selesai, selanjutnya adalah tinggal action, namun agar anda punya banyak referensi tentang cara beternak belut, silahkan anda mencari lagi artikel di tempat lain, semoga yang saya share ini bermanfaat untuk anda yang ingin berwirausaha, dan semoga ternak belut anda sukses dan bisa mendatangkan penghasilan tambahan untuk anda. Terimakasih
























0 Response to "Cara Budidaya Belut Di Kolam dan Drum"

Posting Komentar